Sites Directory Dofollow | http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/


http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ http://abulosibatang.adiantorop.aluecekdoi.ngudimulyo.com/ Kehidupan Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas https://id.wikipedia.org/wiki/Kehidupan Kehidupan (bdk. biota) adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penopang diri (organisme hidup) dengan objek yang tidak memilikinya,[1][2] baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati.[3][4] Ilmu yang berkaitan dengan studi tentang kehidupan adalah biologi. Organisme hidup mengalami metabolisme, mempertahankan homeostasis, memiliki kapasitas untuk tumbuh, menanggapi rangsangan, bereproduksi, dan—melalui seleksi alam—beradaptasi dengan lingkungan mereka dalam generasi berturut-turut. Organisme hidup yang lebih kompleks dapat berkomunikasi melalui berbagai cara.[1][5] Sebuah susunan beragam dari organisme hidup (bentuk kehidupan) dapat ditemukan di biosfer di bumi, dan sifat-sifat umum dari organisme ini—tumbuhan, hewan, fungi, protista, archaea, dan bakteri—adalah bentuk sel berbasis karbon dan air, dengan organisasi kompleks dan informasi genetik yang bisa diwariskan. Dalam filsafat dan agama, konsepsi kehidupan dan sifatnya bervariasi. Keduanya menawarkan interpretasi mengenai bagaimana kehidupan berkaitan dengan keberadaan dan kesadaran, dan keduanya menyentuh isu-isu terkait, termasuk sikap hidup, tujuan, konsep tuhan atau dewa, jiwa atau kehidupan setelah kematian. Definisi Untuk mendefinisikan "kehidupan" dalam istilah yang tegas masih merupakan tantangan bagi para ilmuwan dan filsuf.[6][7][8] Mendefinisikan "kehidupan" adalah hal yang sulit, karena hidup adalah sebuah proses, bukan substansi murni.[9] Definisi apapun harus cukup luas untuk mencakup seluruh kehidupan yang dikenal, dan definisi tersebut harus cukup umum, sehingga, dengan itu, ilmuwan tidak akan melewatkan kehidupan yang mungkin secara mendasar berbeda dari kehidupan di bumi.[10] Biologi Karena tidak ada definisi tegas dari kehidupan, pemahaman saat ini bersifat deskriptif: kehidupan merupakan ciri organisme yang menunjukkan semua atau sebagian besar dari fenomena berikut, yaitu:[9][11] Homeostasis: Pengaturan kondisi internal untuk mempertahankan keadaan konstan, misalnya, konsentrasi elektrolit atau mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu. Organisasi: Secara struktural terdiri dari satu atau lebih sel, yang merupakan satuan dasar kehidupan. Metabolisme: Transformasi energi dengan mengubah bahan kimia dan energi menjadi komponen seluler (anabolisme) dan mengurai bahan organik (katabolisme). Makhluk hidup membutuhkan energi untuk mempertahankan organisasi internal (homeostasis) dan untuk menghasilkan fenomena lain yang terkait dengan kehidupan. Pertumbuhan: Pemeliharaan tingkat yang lebih tinggi dari katabolisme dan anabolisme. Organisme yang tumbuh bertambah dalam ukuran di semua bagian-bagiannya, bukan hanya sekadar mengumpulkan materi. Adaptasi: Kemampuan untuk berubah selama periode waktu dalam menanggapi lingkungan. Kemampuan ini merupakan hal mendasar untuk proses evolusi dan ditentukan oleh perwarisan watak organisme maupun komposisi zat yang di-metabolisme, dan berbagai faktor eksternal. Respon terhadap rangsangan: respon dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, dari kontraksi organisme uniseluler terhadap bahan kimia eksternal, sampai dengan reaksi kompleks yang melibatkan semua indera organisme multiseluler. Tanggapan sering dinyatakan dengan gerak, misalnya, daun tanaman berbalik ke arah matahari (fototropisme) dan oleh kemotaksis. Reproduksi: Kemampuan untuk menghasilkan organisme individu baru, baik secara aseksual dari organisme orang tua tunggal, atau secara seksual dari dua organisme induk. Usulan Untuk mewakili fenomena minimum yang diperlukan, beberapa definisi biologis lain telah diusulkan, antara lain: Sebuah jaringan umpan balik negatif rendah (mekanisme regulasi) yang berada di bawah umpan balik positif yang lebih tinggi (potensi ekspansi, reproduksi)[12] Definisi sistemik kehidupan adalah bahwa makhluk hidup bersifat mengorganisir diri dan autopoiesis (memproduksi sendiri). Variasi dari definisi ini mencakup definisi Stuart Kauffman sebagai agen otonom atau siste